Minggu, 05 April 2020

NGAJI ONLINE SAKINAH BERSAMAMU HINGGA KE SYURGA

Tidak ada komentar:

NGAJI ONLINE
Bersama Rumah Tahfidz AlMadina
"Sakinah Bersamamu hingga ke Syurga"

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
A'uzdubillahi minassyaithaa nirrajiim
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah illadzi arrasala rasulahu bilhuda wadinil haq liyuzhirahi'aladdini kullihi walaukarihal kafirun walau karihal munafiquun
Asyhadualla ilaa haillallah wa asyhaduanna Muhammadarrasululullah salallahu'alaihi wassalam

Alhamdulillah
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa belajar dan berbagi pagi hari ini. Semoga Allah berikan kemudahan dan keberkahan hingga selesai serta berbuah pahala hendak nya. Amin ya rabbal alamin.
Shalawat dan salam kepada junjungan kita, guru agung kita Rasulullah Muhammad saw, Semoga selalu tercurah kepada beliau, keluarganya, para sahabat, para tabiin, tabi'tabiin, dan kita selaku barisan panjang beliau penebar kebaikan yg mengajak kepada yg ma'ruf dan mencegah yang mungkar..

Moga Allah mudahkan dan berikan kekuatan kepada kita untuk menghidupkan Sunnah-sunnah beliau dengan berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah nya. Amiin ya rabbal alamin.

Beberapa pekan yg lalu ikut acara asyik. Temanya sakinah bersamamu hingga ke syorga. Semua yang hadir adalah pasangan pasangan muda, dan sebagian kecil ada pasangan tua yang masih terlihat mesra.

Mungkin kesimpulannya saja ya, dari berbagai sesi kemaren.

Sakinah bersamamu di syorga. Ternyata perjalanan pernikahan kita itu masih panjang ya pemirsa. Gak hanya 1 / 2 kilo meter. Tapi jauuuh. Hingga ke syuurga. Ujungnya saja belum tampak sama kita.
Itu kalau tujuan kita jauh ya Mak. Kalau tujuan kita dekat. Hanya sebatas  bersenang senang. Menikmati yang enak enak saja. Kalau berhenti ya stop. Cerai .kalau segitu memang tujuan pernikahannya terlalu singkat.

Nah kalau kita ingin perjalanan pernikahan kita hingga ke syorga gimana sih. Ini dia yang dibicarakan di sini.

1. Pernikahan itu perjuangan merawat.

Sama seperti bunga, perlu dirawat disirami dipupuk. Seperti mak-mak kita, terkait wajah, dibersihkan, kasih pelembab, perlu facial dan lain lain bisa awet. Mobil perlu di servis, diperbaiki . Ya semua perlu perawatan. Apalagi pernikahan. Rumah tangga.
Perjuangan merawat itulah pahalanya kita dapat. Benarlah hadits yang mengatakan . Pernikahan itu menggenapkan separoh Dien (agama). Separoh agama ada di sana. Kebaikan kebaikan nya ada di sana.

"Tapi aku lelah bro."

Lah kalau berjuang itu memang lelah. Perlu pengorbanan. Pengorbanan perasaan. Pikiran, waktu biaya. Nah di sana letak pahalanya bukan?
Apakah perjuangan namanya jika belum merasakan lelah, payah, gerah, susah? Yang namanya perjuangan sampai tetes keringat terakhir. Perjuangan itu ya sampai air mata terakhir bahkan mungkin sampai nafas terakhir.

"Kuat gak bro"

Makanya kita minta tolong dengan doa kepada Allah. Karena Allah yang menjadikan pernikahan kita sakinah mawaddah, warrahmah.
Komunikasikan dengan pasangan apa yang menjadi masalah, sehingga solusinya ditemukan berdua.

2. Menyelarasaskan dua perbedaan

Pernikahan itu menyatukan dua orang yang berbeda. Seperti sepasang sandal. Tidak sama namun serasi. Tidak ada orang yang sama. Anak dari satu ibu saja punya perangai dan tingkah laku yang berbeda-beda.

Yang jelas setiap pasangan punya kekurangan dan kelebihan. Bagaimana saling melengkapi kelemahan masing masing dan menyatukan dua kelebihan menjadi satu kekuatan dahsyat dalam menyebar kebaikan.

Ada yang berpisah dengan pasangan karena tidak tahan dengan kelemahan pasangan dan tidak bisa diperbaiki. Akhirnya menikah lagi. Ternyata pasangan yang baru pun tidak dapat yang lebih baik. Terus apakah harus berpisah lagi? Kapan dapat orang yang sempurna.
Mana ada manusia yang sempurna di dunia ini? Mungkinkah dia mau mencari bidadari di dunia. Bidadari itu ya di syorga. Iya kan?

"Siapa elu? Mau nyari bidadari?" Stop tarik nafas....jangan emosi. Wkwwkwk

Hargai perbedaan jika itu tidak sebuah dosa atau maksiat. Apa susahnya?

"Susah lho Ustadz, dia suka duren, saya tidak. Bapak suka nonton bola saya tidak"

Lha iya, butuh perjuangan. Kalau gak susah gak pahala namanya. Makan durennya waktu bapaknya gak ada. Nonton bola, tinggal sediain kopi aja. Trus tidur di depan tivi. Gitu aja kok repot. (Suara hati bapak)

Ingat, untuk menjadi bahagia tidak perlu kesempurnaan. Justru ketidak sempurnakan itu yang membuat bahagia dan Saling membutuhkan.

3. Pasangan itu pilihan Allah

Pasangan kita itu Allah yang pilihkan lho. Kita saja yang bilang tidak cocok. Mungkin kita yang belum mengetahui kelebihan pasangan kita. Untuk memahami itu tentunya butuh waktu untuk menjalani. Tidak satu atau dua tahun. Tapi puluhan tahun.

Allah sendiri yang merakit pasangan untuk kita. Kurang apalagi? Terkadang nafsu mengalahkan kejernihan akal kita. Dan perpisahan itu mebuat setan tertawa bahagia.

4. Pernikahan itu modal masuk syorga.

Jadikan Pernikahan kita sebagai modal untuk masuk syorga. Namanya juga Sunnah. Banyak kebaikan yang terdapat di dalam pernikahan.

Kita masuk surga bukan dengan teman, murid tapi dengan keluarga kita, anak-anak kita dan terutama dengan pasangan kita.

Jadikan pernikahan itu modal kesuksesan dunia akhirat. Jadikan pernikahan itu ladang Amal kita untuk bisa berkumpul bersama di akhirat. Mendidik anak anak dengan baik sehingga amal jariahnya kita dapat.

Pupuk dan rawat dengan baik modal kita itu, sehingga benar benar mewujudkan samara tidak hanya di dunia tapi di syorga nya kita masih berkumpul bahagia. Jangan sampe di dunia kita berkumpul bahagia tapi di syorga kita berpisah dengan pasangan.

Hanya 30% dari materi😁

Ngaji Online bersama Ust. Ali Usman
Sumber: acara seminar sakinah hingga ke syorga, bersama Bapak Irwan Prayitno  dan ustd Dedi Martoni bersama istri.

Semoga Berkah dan bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NGAJI ONLINE SAKINAH BERSAMAMU HINGGA KE SYURGA

NGAJI ONLINE Bersama Rumah Tahfidz AlMadina "Sakinah Bersamamu hingga ke Syurga" Assalamualaikum warahmatullahi wa barak...

Video Widget

 
back to top