NGAJI ONLINE
Bersama Rumah Tahfidz AlMadina
"Sakinah Bersamamu hingga ke
Syurga"
Assalamualaikum warahmatullahi wa
barakatuh
A'uzdubillahi minassyaithaa nirrajiim
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah illadzi arrasala rasulahu
bilhuda wadinil haq liyuzhirahi'aladdini kullihi walaukarihal kafirun walau
karihal munafiquun
Asyhadualla ilaa haillallah wa
asyhaduanna Muhammadarrasululullah salallahu'alaihi wassalam
Alhamdulillah
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa belajar dan berbagi pagi
hari ini. Semoga Allah berikan kemudahan dan keberkahan hingga selesai serta
berbuah pahala hendak nya. Amin ya rabbal alamin.
Shalawat dan salam kepada junjungan kita,
guru agung kita Rasulullah Muhammad saw, Semoga selalu tercurah kepada beliau,
keluarganya, para sahabat, para tabiin, tabi'tabiin, dan kita selaku barisan
panjang beliau penebar kebaikan yg mengajak kepada yg ma'ruf dan mencegah yang
mungkar..
Moga Allah mudahkan dan berikan kekuatan
kepada kita untuk menghidupkan Sunnah-sunnah beliau dengan berpegang teguh
kepada Al-Quran dan Sunnah nya. Amiin ya rabbal alamin.
Beberapa pekan yg lalu ikut acara asyik.
Temanya sakinah bersamamu hingga ke syorga. Semua yang hadir adalah pasangan
pasangan muda, dan sebagian kecil ada pasangan tua yang masih terlihat mesra.
Mungkin kesimpulannya saja ya, dari
berbagai sesi kemaren.
Sakinah bersamamu di syorga. Ternyata
perjalanan pernikahan kita itu masih panjang ya pemirsa. Gak hanya 1 / 2 kilo
meter. Tapi jauuuh. Hingga ke syuurga. Ujungnya saja belum tampak sama kita.
Itu kalau tujuan kita jauh ya Mak. Kalau
tujuan kita dekat. Hanya sebatas bersenang
senang. Menikmati yang enak enak saja. Kalau berhenti ya stop. Cerai .kalau
segitu memang tujuan pernikahannya terlalu singkat.
Nah kalau kita ingin perjalanan
pernikahan kita hingga ke syorga gimana sih. Ini dia yang dibicarakan di sini.
1. Pernikahan itu perjuangan merawat.
Sama seperti bunga, perlu dirawat disirami dipupuk. Seperti mak-mak
kita, terkait wajah, dibersihkan, kasih pelembab, perlu facial dan lain lain
bisa awet. Mobil perlu di servis, diperbaiki . Ya semua perlu perawatan.
Apalagi pernikahan. Rumah tangga.
Perjuangan merawat itulah pahalanya kita dapat. Benarlah hadits
yang mengatakan . Pernikahan itu menggenapkan separoh Dien (agama). Separoh
agama ada di sana. Kebaikan kebaikan nya ada di sana.
"Tapi aku lelah bro."
Lah kalau berjuang itu memang lelah. Perlu pengorbanan. Pengorbanan
perasaan. Pikiran, waktu biaya. Nah di sana letak pahalanya bukan?
Apakah perjuangan namanya jika belum merasakan lelah, payah, gerah,
susah? Yang namanya perjuangan sampai tetes keringat terakhir. Perjuangan itu
ya sampai air mata terakhir bahkan mungkin sampai nafas terakhir.
"Kuat gak bro"
Makanya kita minta tolong dengan doa kepada Allah. Karena Allah
yang menjadikan pernikahan kita sakinah mawaddah, warrahmah.
Komunikasikan dengan pasangan apa yang menjadi masalah, sehingga
solusinya ditemukan berdua.
2. Menyelarasaskan dua perbedaan
Pernikahan itu menyatukan dua orang yang berbeda. Seperti sepasang
sandal. Tidak sama namun serasi. Tidak ada orang yang sama. Anak dari satu ibu
saja punya perangai dan tingkah laku yang berbeda-beda.
Yang jelas setiap pasangan punya kekurangan dan kelebihan.
Bagaimana saling melengkapi kelemahan masing masing dan menyatukan dua
kelebihan menjadi satu kekuatan dahsyat dalam menyebar kebaikan.
Ada yang berpisah dengan pasangan karena tidak tahan dengan
kelemahan pasangan dan tidak bisa diperbaiki. Akhirnya menikah lagi. Ternyata
pasangan yang baru pun tidak dapat yang lebih baik. Terus apakah harus berpisah
lagi? Kapan dapat orang yang sempurna.
Mana ada manusia yang sempurna di dunia ini? Mungkinkah dia mau
mencari bidadari di dunia. Bidadari itu ya di syorga. Iya kan?
"Siapa elu? Mau nyari bidadari?" Stop tarik
nafas....jangan emosi. Wkwwkwk
Hargai perbedaan jika itu tidak sebuah dosa atau maksiat. Apa
susahnya?
"Susah lho Ustadz, dia suka duren, saya tidak. Bapak suka
nonton bola saya tidak"
Lha iya, butuh perjuangan. Kalau gak susah gak pahala namanya.
Makan durennya waktu bapaknya gak ada. Nonton bola, tinggal sediain kopi aja.
Trus tidur di depan tivi. Gitu aja kok repot. (Suara hati bapak)
Ingat, untuk menjadi bahagia tidak perlu kesempurnaan. Justru
ketidak sempurnakan itu yang membuat bahagia dan Saling membutuhkan.
3. Pasangan itu pilihan Allah
Pasangan kita itu Allah yang pilihkan lho. Kita saja yang bilang
tidak cocok. Mungkin kita yang belum mengetahui kelebihan pasangan kita. Untuk
memahami itu tentunya butuh waktu untuk menjalani. Tidak satu atau dua tahun.
Tapi puluhan tahun.
Allah sendiri yang merakit pasangan untuk kita. Kurang apalagi?
Terkadang nafsu mengalahkan kejernihan akal kita. Dan perpisahan itu mebuat
setan tertawa bahagia.
4. Pernikahan itu modal masuk syorga.
Jadikan Pernikahan kita sebagai modal
untuk masuk syorga. Namanya juga Sunnah. Banyak kebaikan yang terdapat di dalam
pernikahan.
Kita masuk surga bukan dengan teman,
murid tapi dengan keluarga kita, anak-anak kita dan terutama dengan pasangan
kita.
Jadikan pernikahan itu modal kesuksesan
dunia akhirat. Jadikan pernikahan itu ladang Amal kita untuk bisa berkumpul
bersama di akhirat. Mendidik anak anak dengan baik sehingga amal jariahnya kita
dapat.
Pupuk dan rawat dengan baik modal kita
itu, sehingga benar benar mewujudkan samara tidak hanya di dunia tapi di syorga
nya kita masih berkumpul bahagia. Jangan sampe di dunia kita berkumpul bahagia
tapi di syorga kita berpisah dengan pasangan.
Hanya 30% dari materi😁
Ngaji Online bersama Ust. Ali Usman
Sumber: acara seminar sakinah hingga ke syorga,
bersama Bapak Irwan Prayitno dan ustd
Dedi Martoni bersama istri.
Semoga Berkah dan bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar